Masih Sesuaikan Teori Belajar Ini?.......

A. Pandangan Behavioristik dan Konstruktivistik tentang belajar:

BEHAVIORISTIK
KONSTRUKTIVISTIK
Behavioristik memandang. Bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti dan tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi
Konstruktivistik memandang bahwa pengetahuan adalah non obtektif bersifat temporer, selalu berubah-ubah tidak menentu
Belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar
Belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalaman kongkrit, aktifitas kolaborasi, dan refleksi serta interprestasi. Sedangkan mengajar meneta lingkungan agar si belajar termotivasi dalam menggali dan menghargai ketidakmenentuan
Si belajar diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang di ajarkan. Artinya apa yang dipahami oleh pengajar itulah yang harus dipahami oleh si belajar
Si belaja akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada pengalamannya. Dan perspektif yang dipakai dalam mengintrospeksikannya

B. Pandangan Behavioristik dan konstruktifistik tentang tujuan pembelajaran:

BEHAVIORISTIK
KONSTRUKTIVISTIK
Tujuan pembelajaran ditentukan pada penambahan pengetahuan
Tujuan pembelajaran ditentukan pada belajar tentang bagaimana belajar

C. Pandangan Behavioristik dan konstruktifistik tentang strategi pembelajaran:

BEHAVIORISTIK
KONSTRUKTIVISTIK
Penyajian isi menekankan pada keterampilan yang terisolasi dan terakumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan
Penyajian isi menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna mengikuti urutan dari keseluruhan ke bagian
Pembelajarasn mengikuti urutan kurikulum secara ketat
Pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni atau melayani pertanyaan dan pandangan si belajar
Aktifitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks dan penekanan pada keterampilan
Aktifitas belajar lebih banyak didasarkan pada data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis
Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil
Pembelajaran menekankan pada proses
D. Pandangan Behavioristik dan konstruktifistik tentang evaluasi:

BEHAVIORISTIK
KONSTRUKTIVISTIK
Evaluasi menekankan pada respon pasif. Keterampilan secara terpisah dan biasanya menggunakan “ paper dan pencil test”
Evaluasi menekankan pada penyusunan makna secara aktif yang melibatkan keterampilan terintegrasi, dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata
Evaluasi yang menuntut jawaban benar menunjukkan bahwa si belajar telah menyelesaikan tugas belajar
Evaluasi yang menggali berpikis secara divergen, pemecahan ganda, bukan hanya jawaban benar
Evaluasi belajar dipandang sebagai bagian terpisah dari kegiatan pembelajaran dan biasanya dilakukan setelah kegiatan belajardengan penekanan pada evaluasi individu
Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar dengan cara memberikan tugas-tugas yang menuntut aktifitas belajar bermakna serta menerapkan apa yang dipelajari dalam konteks nyata. Evaluasi akan menekankan pada keterampilan dan proses dalam kelompok

E. Teori belajar klasik
Teori belajar klasik didasarkan pada pemikiran para filosifis yang bersifat subyebtif:
1.Teori disiplin mental / psikologi fakultas / psikologi unsur
Belajar melalui instropeksi otak mns terdiri atas bagian-bagian yang memiliki tugas berbeda (Berpikir, meraba, fantasi, perasaan, kehendak) jiwa mns terdiri dari unsur-unsur tertentu dan unsur-unsur tersebut disebut dengan daya-daya jiwa. Orang akan dapat belajar jika mentalnya dilatih dengan keras terutama daya nalarnya dan selanjutnya belajar identik dengan mengasah otak
2.Teori Humanisme klasik / Naturalisme
Teori Humanisme klasik menurut Maslow sedangkan Naturalisme menurut J.J. Rosseou dan Pestalzzi.
Ia mengumpilkan Boigrafi orang-orang terkenel dari berbagai didang
Semua orang yang normal berpotensi menjadi orang yang hebat
Manusia sebagai satu kepribadian yang utuh, jiwa manusia ada tiga aspek yaitu Afektif, Kognitif dan Spikomotor
Naturalisme oleh J.J.Rosseou mengatakan bahwa anak pada waktu lahir adalah baik, jika anak rusak itu akibat pengaruh lingkungan. Karena pada waktu itu moral manusia pada level yang terpuruk
Belajar adalah Membiarkan anak tumbuh dan berkembang dengan sendirinya secara alamiah dan jangan diapa apakan.
Freedom to learn artinya adalah “biarlah anak belajar dengan bebas karena orang dapat mengaktualisasikan dirinya secara penuh jika orang tersebut tidak diganggu
3.Teori Apersepsi dan teori Tabularasa / Impirisme
Otak manusia seperti wadah yang siap mengkopi (Diisi) dengan apa saja dan pengetahuan yang telah masuk tersebut disebut Apersepsi
Teori tabularasa / Empirisme oleh Jhon Lock “ Anak bagaikan kertas kosong


Teori Belajar Klasik didasarkan pada pemikiran para filosofis dan bersifat subjektif.

  1. Teori disiplin mental / psikologi fakultas / psikologi unsur.
Belajar melalui introspeksi, otak manusia terdiri atas bagian-bagian yang memiliki tugas berbeda (berfikir, meraba, fantasi, perasaan, kehendak) jiwa manusia terdiri dari unsur-unsur tertentu, dan unsur-unsur tersebut disebut dengan daya-daya jiwa.
Orang akan dapat belajar jika mentalnya dilatih dengan keras terutama daya nalar dan selanjutnya belajar belajar identik dengan mengasah otak.
Pandangan klasik : Orang pintar adalah orang yang menguasai ilmu pasti (logis matematik dan logis bahasa).

  1. Teori humanisme klasik / Naturalisme (JJ Rousseau, Pestalozzi)
    • Maslow
Ia mengumpulkan biografi orang-orang terkenal dari berbagai bidang. Semua orang yang normal berpotensi untuk menjadi orang hebat.
Manusia sebagai satu kepribadian yang utuh jiwa manusia ada tiga aspek, antara lain : Afeksi, Kognitif, Psikomotor.
Naturalisme Rousseau : Anak pada waktu dilahirkan adalah baik, jika anak itu menjadi rusak itu karena pengaruh dari lingkungan disekitar anak tersebut. Karena pada masa itu moral manusia pada level yang terpuruk.
Belajar : Biarlah anak tumbuh kembang secara alamiah, jangan diapa-apakan, freedom to learn : biarlah anak belajar dengan bebas karena orang dapat mengaktualisasi dirinya jika orang tersebut tidak diganggu.

  1. Teori Apersepsi dan teori Tabularasa / Empirisme
Otak manusia seperti wadah yang siap mengkopi (diisi) apa saja. Sesuatu apapun yang telah masuk kedalam pikiran manusia disebut Apersepsi.

· Teori Tabularasa / Empirisme oleh John Locke
Anak bagaikan kertas kosong yang siap ditulis oleh pendidik dan lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap anak itu nantinya.
Teori Konvergensi :
P = H x E
K = P x L
K = Kepribadian
P = Personality
L = Lingkungan

Gagne : Behavioris Eklektik (Campuran)
Belajar dapat terjadi melalui pembiasaan.

· Organisma : Semua makhluk dianggap sama, perilakunya dapat dibentuk melalui pembiasaan.




· Thorndike
3 hukum : hukum akibat ( low of effect )
hukum latihan
hukum kesiapan
Low of effect yang masih bertahan dan dikembangkan oleh Skinner.

Definisi belajar :
Aliran
Definisi
Behaviorisme




Gestalt



Kognitivisme




Humanisme



Konstruktuvisme
Proses perubahan perilaku hasil pengalaman yang sifatnya relative menetap (hasil hubungan stimulus dan respon).

Upaya pemecahan masalah dengan memanfaatkan lingkungan sebagai totalitas.

Proses penerimaan, pegolahan dan penyimpanan informasi dengan mengaitkan pengetahuan baru kedalam struktur kognitif yang dimiliki pebelajar.

Upaya aktualisasi dir dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Upaya penyusunan pengetahuan.

· Low of effect
Suatu respon yang positif dapat mengakibatkan respon yang baik dari si penerima respon (mereka cenderung akan mengulangi).

· Hukum Latihan
Sama dengan hukum pembiasaan karena latihan jika dilakukan berulang-ulang akan menjadi bisa.

Peguatan negative adalah perilaku yang tidak diharapkan muncul.
Behavioral objektif adalah perilaku yang dapat diamati.

Freudinism
Behaviorism
Humanisn
Ilmu jiwa dalam, Ego : Keinginan, nafsu, agresif, kuasa. Jika orang hanya menonjolkan egonya maka ia tidak beda dengan hewan, maka ia harus dikendalikan oleh orang lain yang disebut superego (moral, etika, ajaran perilaku) sehingga manusia dalam keadaan seimbang.
Motivasi dari luar bukan dari diri manusia. Motivasi (perilaku yang berhasil dan mendapatkan reword dengan di ulang-ulang) disebut dengan reinforcement.
Orang sehat mental. Orang teraktualisasikan. Adanya sesuatu yang kurang pada diri manusia untuk memenuhi kekurangan itulah manusia melakukan suatu aktivitas. Motivasi selalu dan semata-mata dari dalam diri seseorang.


Tidak ada orang yang teraktualisasi diri secara penuh karena lingkungan sekitar tidak mendukung seseorang untuk tumbuh kembang secara sempurna, kurangnya penghargaan.
Jika orang yang menonjol adalah egonya, maka mereka cenderung melakukan hal-hal yang negative.

· Maslow (Humanisme) :
Tidak menyelidiki manusia seperti hewan.
Tidak menyelidiki manusia yang tidak sehat.
Jika potensi 100% maka yang dapat diaktualisasikan secara penuh hanya 20%.

CTL, Konstruktivisme, PBL merupakan perkembangan dari kognitiv oleh Jean Piaget.
Kognitiv : Mengkopi, peran guru sangat penting.
Konstruk : Memaknai sendiri sesuai dengan pengalaman nyata masing-masing.
Belajar penemuan : Orang untuk dapat menemukan sesuatu dengan cara mencari.

· Merril (Kognitif)
Pelajaran diklasifikasikan menjadi 4, antara lain :
1. Fakta
2. Konsep
3. Prosedur
4.
Tingkatan yang paling tinggi adalah menemukan prinsip.
Tingkatan yang paling rendah adalah mengingat fakta.

· Menemukan konsep : Memberikan nama baru untuk barang yang ditemukan.
· Mengingat prosedur : Langkah-lamgkah melakukan sesuatu, misal : cara merebus mie instant.
· Menggunakan prosedur : Melaksanakan perintah dalam mengingat prosedur.
· Mengingat prinsip : Menulis lagi apa yang telah diperoleh, missal : menulis hokum Gosen, teori Konvergensi.
· Menggunakan prinsip : Menggunakan hokum, rumus, dalil untuk menyelesaikan masalah.
· Penemu prinsip : Ilmuwan yang berhasil menemukan dalil yang sampai pada hasil yang generalisasi untuk umum.

· M. David Merril
Mengingat, menggunakan , menemukan.
Teorinya dipakai dalam berbagai model pembelajaran.
Isi belajar konsep : Konseptual
Prinsip : Teoritik
Taxonomi matrix : Pembagian oleh Merril
Taxonomi bagian
Taxonomi jenis atau macam

Belajar pemahaman konsep dengan menggunakan dua cara, antara lain :
· Pendekatan Deduktif (khusus-umum)
· Pendekatan Induktif (umum-khusus)

· Joseph M. Scandura
Pengalaman menurut … tersusun secara hierarkis.
· Jika mengumpul keatas disbut vertical (vertical dan piramida).
· Jika sejajar maka horizontal
Pengetahuan Deklaratif : Bercerita, harus menggunakan urutan sebab akibat, kronologis.

· Scandura (Teori Belajar Prosedural)
Setiap isi pelajaran sebelum diajarkan harus diketahui apakah termasuk fakta, prinsip, konsep.

Algoritmik : segala sesuatu ada prosedurnya.
Pengetahuan Prosedural : Jika dipraktekkan oleh siswa dan berhasil tanpa mengalami kegagalan.

Keterangan intelektual menurut Gagne
Diskriminasi, konsep, kongkrit, konsep terdefinisi, kaidah atau aturan, aturan tingkat lebih lanjut. Jika mencapai level tertinggi maka dikatakan sebagai kesiapan untuk memecahkan suatu masalah.


· Lev N. Landa
Teori Belajar Pembelajaran
Teori belajar hamper selalu bersifat deskriptif karena selalu berbicara apa yang terjadi jika sesuatu dilakukan. Apabila akan belajar disuatu kelas yang begini maka lakukan hal ini jika ingin hasilnya baik (Prespektif)
Heuristik : Siswa menemukan sendiri cara penyelesaian belajar atau masalah.
Algoheuristik : Menemukan sendiri cara penyelesaian dalam suatu masalah dengan procedural srtinya diarahkan oleh guru dalam pemecahan suatu masalah.


· Charles M. Reigeluth dan Faith S. Stein
3 aliran utama dalam teori belajar, antara lain :
1. Behaviorisme
2. Kognitiv
3. Naturalisme

Prasyarat belajar : Pengetahuan awal siswa

Komponen : Urutan elaboratif, urutan prasyarat belajar, rangkuman, sintesis, analogi, pengaktif strategi, kognitiv, control belajar, dan tujuh prinsip teori elaborasi.

Rangkuman : Cakupan dari semua.

Pensintesis : Gabungan dair bab-bab yang satu dengan bab yang lainnya yang saling berkaitan.

Analogi penting jika seorang guru menjelaskan contoh-contoh konsep.
Pengaktif strategi kognitif : Guru merangsang pengetahuan kognitiv kepada siswa dengan cara memberi skema yang paling sederhana adalah perintah, misalnya : catat, lakukan, penting, dll.

Kontrol belajar : Pada diri si belajar, mengatur kapan, dimana ia harus belajar, siap diuji.

Tujuh prinsip teori elaborasi adalah prinsip-prinsip pada saat belajar menggunakan teori elaborasi.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

UJIAN NASIONAL 2010 MAKIN DEKAT

Dah da Persiapan blum? Walapun Demo Penolakan UJian Nasional tuk Tahun Ajaran 2009 / 2010, terus bergulir, namun Pemerintah tetap bersikukuh akan Melaksanakannya.
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sekolah dipercepat menjadi minggu ke-3 Maret 2009. Informasi pelaksanaan UN SMP-SMA 2010 didasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nasional No 74 dan 75 tahun 2009 tentang  UASBN SD/MI serta Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMK Tahun Pelajaran 2009/2010.  Peraturan  ini ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional Prof. Bambang Sudibyo pada 13 Oktober 2009, seminggu sebelum diganti dengan Mendiknas Prof. Muh Nuh Kabinet Indonesia Bersatu II.
Jadwal tahun 2010 ini lebih cepat dari UN yang biasanya berlangsung pertengahan April. Hal ini disebabkan UN 2010 akan dilaksanakan 2 kali yakni terdiri dari UN utama dan UN ulangan. Siswa yang tidak lulus pada UN utama, bisa mengulang pada UN tahap kedua (enak dong..diberi kesempatan 2 kali).. UN ulangan dilaksanakan setelah pengumuman UN utama atau tepatnya 8 minggu setelah pelaksanaan UN utama. Berikut periode pelaksanaan UN 2010 :
  • Tingkat SMA/MA, SMALB, dan SMK :
    • UN Utama : 22 – 26 Maret 2010
    • UN Ulangan : 10 – 14 Mei 2010
  • Tingkat  SMP/MTs dan SMPLB
    • UN Utama : 29 Maret – 1 April 2010
    • UN Ulangan :7 – 20 Mei 2010
  • Tingkat SD/MI
    • UN Utama : 4 – 6 Mei 2010

UN SMA/MA 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UN Utama Tingkat SMA dan MA 2010.

UN 2010 SMA Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Fisika 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Kimia 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010
6 Biologi (II) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010





UN 2010 SMA Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Ekonomi 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Sosiologi 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010
6 Geografi (II) 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010





UN 2010 SMA Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Sastra Indonesia 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Sejarah /Antro (I) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010
6 Bahasa Asing Pilihan 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010





UN 2010 SMK



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Teori Kejuruan - - -





UN 2010 MA




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Ilmu Tafsir 40 120 menit Jum’at, 25 Maret 2010
5 Ilmu Hadist 40 120 menit Kamis, 26 Maret 2010
6 Ilmu Kalam (II) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010

UN SMP / MTs 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UN Utama Tingkat SMP dan MTs 2010

UN 2010 SMP/MTs




No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 29 Maret 2010
2 Matematika 40 120 menit Selasa,30 Maret 2010
3 B. Inggris 50 120 menit Rabu, 31 Maret 2010
4 IPA 40 120 menit Kamis, 1 April 2010

UASBN SD/MI 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UASBN Utama Tingkat SD dan MI 2010.

UN 2010 SD/MI




No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 4 Mei  2010
2 Matematika 40 120 menit Selasa, 5 Mei 2010
3 IPA 40 120 menit Rabu, 6 Mei 2010
Keterangan:
  • Alokasi Waktu = waktu total UN (persiapan, ujian, dan selesai).Waktu Efektif UN adalah 120 menit (2 jam)
  • UN dilaksanakan mulai pukul 08.00-10.00 untuk setiap sesi pelajaran, dan kecuali mata pelajaran ke-2 (II) untuk tingkat SMA/MA yang dilaksanakan pada hari Senin bersama mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Standar Kelulusan UN 2010

Standar kelulusan UN 2010 sebenarnya sama dengan UN tahun 2009 yakni peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK tahun 2010 dinyatakan lulus jika:
  1. memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;
  2. khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

Yang Paling Penting !

Pihak sekolah dilarang memungut biaya pelaksanaan UN, karena semua biaya penyelenggaraan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. Mohon untuk menjadi perhatian para guru dan pihak sekolah agar tidak mencoba-coba memungut biaya UN. Dan bagi adik-adik pelajar, jangan sekali-kali  mau membayar biaya UN. Dan jika adik-adik menemukan hal ini, segera lapor ke sini karena merupakan tindakan koruptif.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Murid Nakal????

Apa kamu gak bias dibelangin?, Cuma buat PR aja gak bisa?, Apa kamu bisa diam selagi saya mengajar? Setiap saya mengajar kamu selelu bolos, kemana aja? Apaaaa……? Kamu lompat pagar lagi? Kamu Tawuran lagi?

Sebagai guru mungkin kata – kata itu selalu meluncur dengan mudahnya dari bibir kita. Kita anggap kata – kata itu sudah biasa ditujukan untuk murid yang nakal, bandel, badung atau apa ajalah untuk anak – anak yang gak bisa menurut atau sesuai dengan apa yang kita harapkan. Bahkan yang paling parah lagi kita bisa memberi stempel akhir pada anak dengan karakteristik seperti diatas sebagai anak yang gak bakal sukses dimasa depan.

Selama ini yang terjadi dilapangan adalah kita sebagai guru merasa apa yang kita lakukaan sudah benar bagi murid kita. Kita selalu memberi standar murid yang baik dengan kriteria – kriteria versi kita sendiri. Anak yang baik itu seperti : penurut, tidak membuat hal yang aneh – aneh pada jam belajar, pendiam, rajin, pinter, punya prestasi dibidang ilmu pengetahuan, dan standart baik lainnya. Sedangkan standart anak yang bandel / nakal seperti, suka buat keributan baik di kelas maupun diluar kelas, suka bolos, bodoh karena gak pernah belajar dan asik bermain, gak bisa dibilangin dan lain sebagainnya.

Yang perlu kita ingat adalah murid kita berada pada fase remaja dimana rasa egonya mulai muncul, rasa ingin dianggap ada mulai dinampakkan. Masa remaja merupakan masa dimana mereka merasa hidup ini harus diisi dengan kegembiaraan, kesenangan, dan keceriaan. Coba beri kesempatan mereka menemukan dunianya tanpa adanya gangguan – gangguan yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai proses kehidupan.

Andai kita mau merenung lebih dalam, kita akan menemukan bahwa tingkah laku murid kita yang beragam yang kita anggap aneh dan tidak sesuai dengan standart yang kita buat, tidak lain dan tidak bukan merupakan upaya diri murid kita untuk mengembangkan diri. Saat murid kita nakal / bandel tak lain sebenarnya ia ingin menunjukkan “ potensi yang ada” dalam dirinya. Anda tak perlu melarang, memarahi, atau memvonisnya dengan kata – kata “ anaka bandel, tukang buat onar “ atau vonis lain yang bisa menyudutkannya. Tetapi yang perlu anda lakukan adalah mengarahkan, membimbing, sehingga dengan potensi atau kecenderungan – kecenderungan tersebut anak bisa tumbuh dan berkembang.

Sama seperti manusia pada umumnya, remaja mempunyai naluri atau kecenderungan seperti : rasa ingin tahu, rasa ingin mempertahankan diri, keinginan untuk menyusun dan mengurai sesuatu, ingin menonjol / terkenal, dan lain sebagainya. Diantara perbuatan / tingkah laku yang dilakukan murid kita yang tampak berbahaya, tak berguna, mengganggu rekannya, sebenarnya amat bermanfaat. Sayangnya banyak diantara kita para guru / pendidik kurang mengetahui gejolak jiwa remaja, terkadang kita malah egois dan selalu menuntut murid kita untuk diam, tenang bahkan kita terkadang menuruti bisikan hati untuk menetapkan bahwa hal yang dilakukan murid kita merupakan hal yang tak wajar dilakukan sebagai murid, walaupun terkadang hal yang dilakukannya hanya sekedar ribut dikelas.

Lalu, bagaimanakah mengatasi “ murid bandel”?. Tindakan pertama yang bisa anda lakukan dan yang paling mudah adalah dengan menghapus persepsi / standart antara anak baik dan anak bandel yang telah anda buat. Sehingga kita tidak melihat murid dan menilainya melalui persepsi / standart yang telah kita buat, melainkan memandangnya secara keseluruhan. Sehingga kita semua para guru tidak terpusat kepada seharusnya yang kita ajarkan dikelas sesuai dengan bidang studi kita, tetapi lebih kepada apa yang bisa dikerjakan oleh murid. Dengan begitu kita akan menemukan banyak hal yang perlu kita kembangkan. Kita akan melihat bahwa kenakalan murid kita sangat perlu, sebab dengan kenakalannya itu menunjukkan daya pikirnya hidup dan ingin berkembang bebas sesuai harapan dan cita – cita yang tinggi. Disinilah murid nakal itu sebenarnya memiliki banyak potensi dan segala kecenderungan yang barangkali apabila kita arahkan dengan baik kelak mampu membawanya pada prestasi yang tinggi.

Guru tidak perlu melarang dan menekan muridnya, sebab yang diperlukan murid adalah motovasi atau pengarahan anda. Bimbinglah murid untuk kreatif dan terbiasa mengambil inisiatif konstruktif. Jangan terlalu mudah melarang keinginan murid, sejauh aktifitas tersebut tidak membahayakan jiwanya. Sebab murid dimasa remaja dengan ragam keinginan yang menggebu merupakan salah satu manifestasi kreatifitas dan inovasi anak. Namun suatu hal yang tak kalah pentingnya dan sangat berguna bagi guru adalah hindari Larangan tanpa solusi, untuk membentuk serta membangung diri anak adalah melarangnya dan memberikan alternative solusi. Bila anak termasuk kategori kurang cerdas, pandai – pandailah mencari potensi yang berpeluang untuk ditumbuhkembangkan sehingga bisa mencapai prestasi optimal. Dengan demikian, guru dapat membimbing anak mencapai prestasi meskipun murid kita bukanlah murid yang berbakat.

Kewajiban para guru dan bekerja sama dengan orang tua untuk berusaha membelokkan, mengangkat dan meningkatkan naluri yang tampak berbahaya ke arah lain yang mampu bernilai positif. Itulah yang lebih baik dan bijaksana. Sebagai contoh, anak yang suka berantem, kita bisa arahkan anak tersebut untuk memasuki / menyalurkan bakatnya pada salah satu cabang olah raga, misalnya : silat, karate, kungfu atau perkumpulan oah raga lainnya yang sekiranya bisa menampung bakat yang dimilikinya. Contoh lain, misalnya murid yang biasa membuat ricuh dikelas, kita bisa mengarahkannya pada kegiatan kepemimpinan, kegiatan kemasyarakatan yang sekiranya bisa menyalurkan bakat berbicaranya, keikutsertaannya pada lomba pidato, lomba bercerita yang sekiranya mampu membuatnya diakui.

Peneliti asal Turki, Kagitcibasi, pernah meneliti 20.403 Orang tua di seluruh Dunia termasuk Indonesia, khususnya suku Jawa dan Sunda. Prosentase ibu – ibu dan bapak – bapak yang mengharapkan anaknya menjadi anak yang penurut adalah sebagai berikut : Ibu Jawa 88%, Ibu Sunda 81%, Bapak Jawa 85% dan Bapak Sunda 76%. Melihat data ini, tampaknya kita perlu mengubah orientasi dalam mendidik anak. Kita tidak perlu lagi memaksa apa yang sebaiknya berkembang pada mereka tetapi memberi kesempatan, mendorong, bahkan jika memungkinkan memfasilitasi kecenderungan – kecenderungan yang ada pada diri mereka agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Dan untuk para guru agar lebih jeli dalam melirik bakat anak, serta mengkoreksi apakah metode belajar yang telah kita terapkan sudah benar, karena peserta didik yang kita didik tiap harinya terus berkembang, berubah dan mempunyai pola yang tidak sama. Maka metode dan strategi mengajar kita juga berkembang sesuai dengan peserta didik, agar diperoleh genari yang tangguh dan sanggup berkompetisi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS